Cara Membuat Janji Temu/ Survey

Group of Muslim women working

Salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh seorang marketing adalah membuat janji (appointment) untuk bertemu/ survey dengan calon buyernya. Sayangnya, menelepon calon buyer untuk membuat  janji survey adalah satu tahap yang seringkali dilakukan tanpa persiapan oleh para marketing.

Kebanyakan marketing menghabiskan banyak waktu untuk mempersiapkan hal-hal yang tidak perlu, seperti :

1. Bagaimana memberikan sambutan kepada calon buyer pada waktu berbicara
2. Bagaimana membuka percakapan.
3. Apa bahan obrolan untuk nanti (basa basi).
4. Bagaimana menjelaskan kepada calon buyer mengenai latar belakang dan kredibilitas perusahaan.
5. Bagaimana menjelaskan kepada calon buyer mengenai produk Algira, terutama keuntungan dan kelebihannya.
6. Bagaimana menjawab atau menanggapi keluhan atau keberatan dari calon buyer.
7. Dan lain-lain

Sebenarnya Semua persiapan ini diperlukan jika dan hanya jika si marketing telah berhasil untuk membuat janji dengan calon buyer tersebut ! Banyak marketing menemui kesulitan bahkan dalam membuat janji survey dengan calon buyer !

Oke, jadi bagaimana seorang marketing dapat mengembangkan kemampuannya untuk membuat janji lewat telepon? Berikut adalah tips-tips yang sangat praktis. Tentu saja tidak semua ide yang akan saya bagikan itu relevan dengan kondisi Anda. Seperti biasa, Anda harus memilih mana yang cocok dengan Anda, dan mana yang tidak.  Selanjutnya Anda harus mencoba dan realistis. Anda tidak akan berhasil bila hanya mencoba sekali. Anda harus terus mencoba sampai Anda merasa nyaman. Bila sudah merasa nyaman, Anda akan bisa terdengar nyaman dan meyakinkan di telepon. Bila Anda sudah bisa terdengar nyaman dan meyakinkan di telepon, Anda akan dapat lebih meyakinkan  orang dan pendengar bakal lebih memberikan perhatian dan memberikan reaksi yang lebih baik.

Jadi, inilah hal-hal yang harus diperhatikan bila Anda ingin membuat janji dengan calon buyer :

  1. Ingatlah peraturan emas ini: “Anda menjual appointment !” Jangan menjelaskan atau melakukan penjualan produk  maupun servis Anda di telepon ! Juallah appointment !
  2. Sadarilah bahwa telepon Anda selalu mengganggu calon buyer. Dia mungkin sedang menghadiri meeting, sedang diskusi dengan rekan kerja/bos/istri/pelanggan/pemasok, atau dia sedang mengetik surat, mengecek email, atau sedang berpikir untuk mengatasi masalahnya. Mungkin dia sedang bersantai dan bersenangsenang. Apa pun itu,  sadarilah bahwa tidak ada orang yang sedang duduk dan menunggu telepon dari Anda ! Jadi, panggilan telepon Anda bisa jadi akan mengganggu dan tidak akan diterima ! Jadi, adalah sesuatu yang normal bila calon buyer Anda sedang tidak mood untuk berbicara dengan Anda !
  3. Bila Anda menyadari poin ke-2 di atas, Anda harus meyakinkan calon bahwa Anda meneleponnya pada waktu yang “paling tidak” mengganggunya. Kapankah itu? Semua tergantung pada profesi dan posisi dari orang yang akan  Anda telepon. Bagi kebanyakan orang, Senin pagi adalah waktu yang paling buruk karena mereka akan berada pada keadaan yang paling sibuk pada saat itu. Jadi Anda harus mencari tahu, bertanya-tanya atau gunakan saja akal sehat Anda untuk mengetahui kapan waktu terbaik/terburuk untuk menelepon setiap prospek yang berbeda. Bila Anda tidak  melakukan “riset” yang sederhana ini, Anda akan menghubungi calon buyer pada saat yang tidak tepat dan pasti akan  membuatnya merasa tidak senang untuk hanya sekadar menerima telepon Anda, dan apalagi untuk berbicara dengan  Anda. Bila dia tidak berbicara dengan Anda, dia akan berlaku tidak bersahabat, tidak senang, dan terburu-buru. Timing yang salah !
  4. Karena situasi macam ini, Anda tidak mempunyai waktu yang cukup untuk menjelaskan kepada calon buyer mengenai latar belakang perusahaan Algira, dan lain-lain. Ingatlah akan tujuan Anda adalah untuk menjual appointment. Oleh karena itu, kalimat pertama Anda harus bisa merebut perhatiannya.

“Selamat pagi. Bapak Anton? Halo, nama saya Erik dan saya dari Algira Properti. Saya sedang berbisnis dengan Ibu Susan dosen IPB sekarang ini, dan ia memberikan saran bahwa saya mungkin bisa membantu Anda menemukan rumah impian anda.”

“Saya dengar bahwa bisnis Anda baru membuka cabang di… Saya hanya ingin mengontak Anda, memperkenalkan diri saya, dan memberikan informasi mengenai bagaimana kami bisa membantu Ibu Susan meningkatkan pertumbuhan bisnisnya melalui properti sampai 50% dalam waktu 12 bulan pertama.”

Kapan kita bisa bertemu untuk ngobrol santai ? Saya hanya membutuhkan waktu sekitar 15 sampai 20 menit. Dari sekarang minggu pertama sampai minggu ke-dua bulan November, kapan kita bisa bertemu untuk ngobrol santai hanya selama 15 sampai 20 menit? Silakan Anda memilih tempatnya, saya yang traktir…”

Ingatlah bahwa Anda sedang menjual Appointment.

  1. Anda tidak dapat menjelaskan keluhan dan keberatan lewat telepon ! Jadi bila buyer Anda mengatakan, “Ini terlalu mahal”, katakan saja: “Inilah yang ingin saya bicarakan dengan Anda. Kita berhasil membantu bisnis properti Ibu Susan  untuk bertumbuh sebesar 55% dalam waktu 12 bulan, dengan budget yang cukup nyaman untuknya. Hanya butuh waktu 15 menit. Apakah Anda lebih suka bertemu sebelum atau sesudah 14 November ? Kapan pun, Anda tentukan tempatnya. Saya yang traktir…”
  2. Jangan mengirim informasi detail ! Sebab, begitu mereka mendapatkan informasi, mereka sudah mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan mereka tidak lagi butuh untuk bertemu Anda !
  3. Rekamlah semua yang buyer katakan supaya Anda dapat membaca dan mendengar kembali untuk menemukan hal-hal yang tersembunyi atau terlewat, dan lain-lain.
  4. Lakukan follow-up pada setiap petunjuk yang ada dan stay in touch!
  5. Selalu dan tetap berpikir positif!

Ini satu lagi “rahasia” sukses: Kebanyakan marketing yang sukses melakukan 30  panggilan secara konsisten setiap harinya.

Ikuti, latihlah dan lakukanlah hal-hal ini secara konsisten, dan niscaya Anda akan mendapatkan semakin banyak  appointment secara signifikan dari setiap panggilan telepon yang Anda lakukan.

KONFIRMASI

Jika calon buyer telah mengatakan bersedia untuk hadir, ingatlah untuk melakukan konfirmasi. Konfirmasi ini penting dilakukan untuk memberi penekanan kepada calon buyer Anda bahwa acara tersebut sangat penting, sehingga jika buyer Anda ingin membatalkan, dia harus menghubungi Anda.

Contoh konfirmasi:

“Pak Budi, karena pentingnya acara tersebut, jika sampai ada hal-hal yang membuat Bapak tidak bisa hadir, tolong telepon saya 1 atau 2 hari sebelumnya sehingga saya bisa menemani calon buyer yang lain, Pak Budi. Sampai ketemu hari Sabtu.”

Anda juga perlu melakukan konfirmasi dalam 12 jam sebelum waktu survey yang telah Anda tetapkan. Hal ini penting sekali karena kebanyakan orang tidak memiliki agenda kerja, sehingga seringkah orang melupakan janji yang telah dibuat.

Contoh konfirmasi menjelang hari survey :

Anda : “Assalamu’alaikum Pak Budi, janjian kita waktu itu jam 9 pagi atau jam 1 siang ya?”
Pak Budi : “Jam 1 siang, kan…?
Anda : “OK, Pak Budi sampai ketemu besok jam 13.00”

Selamat mencoba… jika anda bergabung menjadi Tim Pemasaran Algira Properti sekarang, anda akan mendapatkan tips penjualan lebih banyak lagi.

Hubungi :

Kalwati, Telp/ WA. 0882 1647 2338

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s